oppo_2

MUI Brebes Gelar Rakerda

Brebes (mui-brebes.or.id) – Sekretaris MUI Kabupaten Brebes H. Akhmad Makmun dalam laporan panitia Rapat Kerja Daerah mengatakan, bahwa Pemkab Brebes memberikan dukungan kepada Kelembagaan MUI Brebes sebesae Rp. 250jt untuk tahun 2025.  Keberadaan MUI diharapkan bisa bersinergitas dengan jajaran kemitraan kelembagaan lainnya ditingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional sehingga bisa meningkatkan peran MUI sebagai khidmatul ummah, Himayatul Ummah dan Shodiqul Hukumat. Kamis (7/11/2025).

Sementara ditempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Brebes KH. Sholahudin Masruri, mengatakan semoga maghfiroh diberikan kepada kita semua dalam khidmatul ummah. Keumatan ini sangat berperan penting, negara kalau kondusif maka perangkat kerja akan hidup dalam pendidikan, ekonomi, atau aspek kehidupan manusia. Karena bumi diwariskan kepada kita semua, sehingga kewajiban MUI untuk mengayomi ummat terutama dalam urusan agama.

” Untuk Fatwa MUI semua menjadi urusan pusat MUI, sedangkan dalam konteks lokalitas terkait fatwa, pihaknya tetap berkoordinasi dengan komisi Fatwa MUI Pusat,” tuturnya.

Kemudian, Dewan Penasehat MUI Kabupaten Brebes KH. Subhan Makmun menuturkan, tidak semua cita-cita tercapai, kadang ada terpaan angin, maka harus dikendalikan,  disinilah Khidmatul Ummah menjadi penting dan barangsiapa yang berkhidmah maka akan mendapatkan barokah.

” Pernyataan Guru Gembul yang memberikan statemen keberadaan Pondok Pesantren akan hancur pada tahun 2035, ini sebenarnya salah satu statemen yang masuk ranah pemecah belah, ini perlu disomasi dan MUI harus mengambil tindakan, ” tuturnya.

Indonesia itu negeri yang santun, adab kita tegakkan, saatnya MUI Kabupaten Brebes harus menyuarakan terkait menangkal isu-isu agama yang dilecehkan, apalagi dihina yang tidak berdasar, bila ada siapapun yang menjelekkan para pemimpin atau ulama dengan Istilah binatang dan lain-lain harus diingatkan, jangan ujaran kebencian itu dibiarkan bahkan makin diviralkan.

Sementara Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan, kita dihadapkan tantangan yang tidak ringan, dan masih ada informasi yang mengarah ke upaya mengadu domba umat melalui pesan hoak/palsu, sehingga perlu keterlibatan dari ulama, terkait hubungan sosial yang lebih luas.

” Rakerda MUI ini untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja tahun berikutnya yang lebih terencana dan sistematis, jangan jauh-jauh dengan ulama, jika ada masalah keumatan, kita akan melibatkan dengan para ulama di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.

Hadir dalam acara Rakerda MUI unsur Forkompinda, FKUB, Pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan, Perwakilan dari Perguruan Tinggai di Kabupaten Brebes di Pendopo Brebes. (BU)

 

Bagikan ke :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email